Minggu, 27 Juni 2010

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SATUAN LAYANAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

Sekolah : SMP N 1 Brebes

Kelas/Semester : VIII / 2

Tahun : 2010

A. Bahasan/Topik Permasalahan : Etika Pergaulan dengan Teman Sebaya

B. Bidang bimbingan : Sosial

C. Jenis layanan : Informasi

D. Fungsi layanan : Pemahaman dan Pencegahan

E. Kompetensi yg ingin dicapai : Siswa dapat menjalin hubungan sosial dengan baik

F. Uraian Kegiatan

1. Strategi penyajian

Ø Guru pembimbing memberikan penjelasan kepada siswa

Ø Dilanjutkan diskusi kelompok

Ø Diadakan kesimpulan dari hasil diskusi kelompok

2. Materi

Ø Batas pergaulan pria atau wanita

Ø Cara menempatkan diri dalam pergaulan antara pria dan wanita

G. Tempat penyelenggaraan : Ruang kelas

H. Alokasi waktu : 1 x 45 menit

I. Pihak yang disertakan/Peran : Wali Kelas

J. Alat dan perlengkapan : LCD / OHP, Papan tulis, Buku sumber

K. Rencana Penilaian : Laiseg, Laijapen, Laijapan

L. Rencana Tindak lanjut : Mengamati keterlibatan siswa dalam mengikuti layanan , untuk siswa yang keterlibataa rendah ditindak lanjuti dengan Konseling Perorangan

M. Catatan khusus :

Mengetahui Brebes, April 2010

Kepala Sekolah Guru Pembimbing

Dra. Hj. Sitti Hartinah DS, MM M. Taufik G

NIP NIP

MATERI

MENCIPTAKAN HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN TEMAN

Definisi / Pengertian Etika

Etika adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

Kita semua manusia disebut sebagai makhluk sosial dan makhluk individu. Jadi kita semua walaupun mementingkan dan mendahulukan kebutuhan secara pribadi tetap membutuhkan dan memerlukan orang lain, untuk mengantar ketujuan yang kita butuhkan. Agar terjadi hubungan yang harmonis kalian perlu pembinaan dari sekarang ini sehingga nantinya tercipta hubungan yang selaras, serasi dan seimbang jauh dari pertentangan dan permusuhan yang dinilai dari masyarakat.

Adapun cara untuk membina hubungan yang harmonis sesama teman baik di sekolah dan di luar sekolah, anatara lain :

1. Saling memahami perasaan orang lain / teman

2. Mengerti perasaan orang lain

3. Bersikap sabar dan penuh perhatian

4. Mempunyai sikap hormat-menghormati sesama pada orang lain

5. Menjunjung tinggi rasa kasih sayang / setia kawan

6. Tidak saling mengejek atau mengolok-olok kelemahan orang lain

7. Menyampaikan kritik yang tidak menyakitkan

8. Tidak boleh mengikuti kehendak sendiri

9. Saling gotong royong dan tolong menolong

Untuk menjamin terbinanya pergaulan dalam masyarakat diperlukan sikap yang sopan santun, saling tolong menolong, menghormati orang tua, bicara yang baik kepada teman atau kepada yang lebih tua. Di dalam pembicaraan harus menggunakan tata bahasa yang sopan dan tidak boleh mengeraskan bunyi suara dalam berbicara.

Sebagai siswa kita tidak hanya dituntut pandai di bidang akademis saja tetapi juga harus mampu membina hubungan yang baik dan harmonis dengan guru, siswa dan karyawan, sehingga suasana di sekolah tercipta suasana yang menyenangkan.

Kesimpulan

  • Dalam pergaulan hendaklah kita saling hormat menghormati baik itu teman sendiri atau orang tua sendiri/orang tua yang tentunya lebih tua dari kita.
  • Hormat menghormati seseorang perlu adanya aturan-aturan lebih-lebih terhadap orang tua kita yang telah mendidik dan membesarkan kita.
  • Dalam pergaulan hendaknya kita mempunyai sikap sopan santun dan ramah tamah karena dengan sikap ini kita akan lebih mudah bergaul dengan siapa pun.
  • Selain dalam pergaulan kita juga harus memperhatikan kesopanan dalam tata cara makan minum dan juga etika dalam pakaian dan memandang.
  • Dengan adanya pergaulan kita harus menghargai teman yang sederajat atau orang tua dan kalau berbicara pada orang tua haruslah bicara baik jangan bicara yang jorok-jorok kepada orang lain atau orang tua yang lebih tua dari kita

Kasus keluarga orang tua otoriter dan perselingkuhan

PEMBAHASAN

Seyogianya ayah menjadi pemegang tampuk otoritas tertinggi dan ibu terlibat dalam penggunaan otoritas. Sejak anak kecil seyogianya orangtua mulai menyalurkan kuasa kepada anak dalam bentuk perhatian dan pemenuhan kebutuhan anak. Dalam masalah keluarga anak yang menerima perhatian dari orangtua akan mengembangkan otoritas terhadap dirinya dan memperoleh "kuasa" atau kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup..

A. Latar Belakang Masalah Anak

Dalam kasus / masalah yang dihadapi oleh Moh. Alim adalah orangtua otoriter, pada dasarnya orangtua Alim menggunakan kuasanya secara berlebihan. Orang tua memaksa untuk patuh pada nilai-nilai orang tua, serta mencoba membentuk lingkah laku sesuai dengan tingkah lakunya serta cenderung mengekang keinginan anak. Orang tua amat berkuasa terhadap anak, memegang kekuasaaan tertinggi serta mengharuskan anak patuh pada perintah-perintah orangtua.

Fadil mengalami masalah yang cukup berat, karena ayahnya selalu menyuruh anaknya bekerja setelah lulus sekolah SMP keluar negri. Sedangkan ayahnya hanya menampung uang yang didapat dari anak – anaknya. Alim dan adiknya merasa sangat merasa terkekang, kurangnya kebahagian dan kurang kasih sayang dari orang tuanya. Ibunya bekerja sebagai pembantu diluar negri kakanya juga bekerja di malaysia. Semenjak ibunya pergi keluarnegri untuk bekerja Alim dan adiknya selalu terkekang karena ayahnya yang sangat pelit, otoriter sehingga sang anak merasa tekukung dan kurang pergaulan cenderung menyendiri. Orangtua tidak pernah menghargai pendapat Fadil sebagai anak Fadil merasa terkekang, cemas dan mudah putus asa, kurang pergaulan akibat terkekang leh orang tuanya yang otoriter.

B. Pengertian Otoriter

Dalam kasus orangtua otoriter, pada dasarnya orangtua menggunakan kuasanya secara berlebihan. Orangtua tidak menghargai pendapat anak dan tidak membuka pintu dialog. Dampak yang muncul pada Alim yang sebagai anak, adalah :

1) Dampak terutama pada anak adalah rasa terhimpit yang membuatnya mudah terkena stres. Beban yang seringan apa pun mudah membuatnya tertekan.

2) Ia menjadi tidak berdaya. Pada diri anak yang tidak berdaya, ciri utamanya adalah sikap pasif dan rasa rendah diri yang kuat.

3) Kebalikannya, ia menjadi haus akan kuasa. Pada diri anak yang haus akan kuasa, ia menjadi pembangkang dan senantiasa berusaha melawan figur otoritas.

4) Ia cenderung bingung dalam pengambilan keputusan akibat ketidaksesuaian paham di antara orangtuanya.

5) Anak ini bertumbuh kembang tanpa kepercayaan diri sebab apa yang dikatakannya tidak ditanggapi dan dihargai.

6) Sukar bergaul dengan teman sebaya dan menjadikan tidak bisa bersosialisasi dalam kehidupan, cenderung suka menyendiri ( Kuper )

C. Solusi Yang mungkin Membantu

Anak adalah titipan Allah. Kedua orangtuanya berkewajiban memelihara setiap titipan. Proses pemeliharaan optimum diharapkan dapat menjadikan seorang anak yang sehat jasmani dan rohani.

Penyelesaian

· Otoriter orang tua kepada anak membuat anak stress, upaya solusi sebaiknya memberikan pola asuh jang terlalu mengekang, baiknya diberikan rasa kasih dan sayang.

· Mengingat bahwa masalah utamanya adalah anak-anak ini berkembang
tidak memiliki "Percaya pada diri sendiri" atas hidupnya, upaya penyelesaian harus difokuskan pada pengembangan pola fikir yang sehat dalam diri anak.

· Kuasa diberikan kepada anak lewat pujian dan pengakuan akan apa
yang diperbuat anak. Pada dasarnya anak ini perlu "dilihat" namun
inilah yang terhilang pada masa kanak-kanaknya. Itu sebabnya kita
harus memberinya pengakuan dan pujian agar ia mengetahui kekuatannya
dan merasakan adanya kuasa atas dirinya.

· Kuasa juga diberikan lewat batas atau pagar. Anak ini perlu
mengetahui bahwa orang menghormati batas dirinya dan tidak akan masuk
tanpa seizinnya. Kita perlu menolong anak ini untuk mengembangkan
kemampuan berkata "tidak" kepada orang lain. Kita harus menolongnya mengetahui dan mempertahankan apa yang diinginkan dan tidak diinginkannya.

C. Peranan Orang Tua Dalam Keluarga

Orang tua adalah komponen keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat

D. Komentar Penyusun

Sebagai orangtua bertindak terlalu otoriter juga tidak baik, melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai orangtua juga menimbulkan masalah yang besar. Kita harus mengerti bahwa orangtua perlu mempunyai kuasa, tapi orangtua harus bisa menempatkan kuasa dengan tepat pada diri ayah, pada diri ibu dan memakai kuasa itu dengan tepat. Penempatn kuasa yang tepat serta penggunaan kuasa yang tepat pada orangtua, akhirnya menciptakan kuasa pada diri anak-anak yang baik dan bermanfaat.

MASALAH PERSELINGKUHAN DALAM KELUARGA

A. Latar belakang

Adapun dalam pembahasan mengenai perselingkuhan dalam keluarga tersebut banyak sekali hal atau faktor yang melatar belakanginya. Latar belakang tersebut tergantung pada pelaku perselingkuhan tersebut, karena dilihat dari macamnya perselingkuhan dibagi menjadi 2 yaitu : secara kontempoerer ( main – main saja ) yaitu sekedar mencari variasi dalam perselingkuhan. Secara umum ( permanen ) sudah mempunyai suatu jalinan atau kontak batin yang saling mencintai satu sama lain sehingga hubungan seperti ini tidak mudah dipisahkan ( kecuali dengan adanya suatu proses penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pelaku perselingkuhan itu sendiri ).

B. Pengertian Perselingkuhan

Perselingkuhan adalah hubungan antara individu baik laki – laki maupun perempuan yang dilakukan oleh individu yang sudah menikah ataupun belum menikah dengan orang lain yang bukan pasanganya. Meskipun istilah perselingkuhan pada zaman sekarang juga digunakan untuk menyatakan hubungan yang tidak setia dalam ” Pacaran ” ( wilkipedia bahasa indonesia ).

C. Faktor Penyebab Terjadinya Perselingkuhan

  1. Perselingkuhan yang dilakukan baik oleh suami maupun oleh istri.
  2. Masalah ekonomi
  3. Terjadinya pertengkaran terus menerus antara suami dengan istri
  4. Kurangnya komunikasi antara suami dengan istri
  5. Suami dan istri yang tidak bisa menguasai diri
  6. Suami tidak mampu memberi nafkah lahir batin kepada istri dan ank – anaknya.
  7. pasangan yang tidak bisa menghasilkan keturunan.
  8. Tidak adanya kemampuan diri untuk menolak godaan yang ada.
  9. Salah satu pasangan yang terlalu mendominasi sehingga tidak ada ketentraman dalam kehidupan rumah tangga.
  10. Adanya suatu kesempatan dan pengaruh lingkungan.

G. Tips – tips Untuk Menjaga Hubungan dari Perselingkuhan

  1. menjaga komunikasi, karena dari inti setiao hubungan adalah komunikasi sehingga luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan pasangannya.
  2. saling percaya, pasangan juga saling membutuhkan kepercayaan dari anda untuk menjaga dirinya dari menghianati anda sehingga jangan terlalu mengekang pasangan karena pribadi manusia itu seperti pegas yang semakin ditekan, semakin ingin lepas dari tekanan tersebut.
  3. jujur, usahakan jujur tetapi jangan terlalu polos mengenai perasaan anda terhadap pasangan anda, diskusikan hal – hal yang tidak disukai dari pasangan anda atau orang lain yang mengusik kehidupan anda namun harus dilakukan dengan kepala dingin.
  4. ubah penampilan, usahakan mengubah penampilan ( citra penampilan ) secara berkala sesuai waktu yang anda tentukan hal ini bertujuan untuk meminimalkan kejenuhan, tetapi sebelumnya harus dikomunikasikan dengan pasangan terlebih dahulu.
  5. berikan sentuhan sayang dan kecupan hangat setiap hari, waktu yang tepat adalah saat sebelum anda atau pasangan berangkat bekerja atau saat pulang bekerja yaitu sentuhan dan dan kecupn yang bermakna “ terimakasih sayang sudah mau pulang untuku “ hal ini bertujuan untukmenunjukan rasa kasih sayang setiap hari.
  6. penuhi apa yang diinginkan pasangan, namun jangan diberikan sentuhan secara langsung tapi perhatikan tahap untuk memenuhinya, tujuanya agar membuat pasangan penasaran kepada anda karena kunci dari hasrat adalah rasa penasaran.
  7. kesempatan selanjutnya, maksudnya berikanlah kesempatan kedua / selanjutnya pada pasangan anda apabila dia pernah menghianati, jangan dihukum pada kesalahan pertamanya dan beri kesempatan selanjutnya karena dengan hal itu akan membuat semakin loyal ( setia ).

  1. Komentar penyusun

Mengenai masalah perselingkuhan yang terjadi dalam suatu keluarga itu memang seharusnya tidak terjadi jika setiap pasangan itu menanamkan dalam dirinya masing – masing untuk konsisten terhadap pasangan dan janji yang sudah diucapkanya dalam pernikahan dan bisa menerima pasangan apa adanya serta bisa memberikan masukan terhadap satu sama lain demi kebaikan bersama sehingga kehidupan berkeluarga bisa terjalin dengan harmonis.

Namun untuk langkah yang terbaik adalah melakukan pencegahan yang dilakukan oleh setiap pasangan atau dengan tidak memulainya terlebih dahulu sebab jika perbuatan tersebut sudah dimulai maka akan sulit untuk memulihkan atau memperbaiki hubungan yang telah dibina.

Rabu, 23 Juni 2010

IBu

ibu adalah orang yang melahirkan kita, maka dari itu berbuatlah sebaik mungkin dengan kasih sayang kepada ibu. dia mengasuh kita sejak dari kecil hingga dewasa ini.

banyak orang bilang surga itu ada di telapak kaki ibu....
maka dari itu kita harus punya banyak Ibu
minta aja kepada bapak Lu kawin lagi
minta nyari ibu sebanyak mungkin, dengan itu kita akan bisa masuk surga, hahahahahahaha!!!!

Senin, 21 Juni 2010

Kasus Siswa Dalam Bk

Masalah Pribadi Siswa

Devi adalah siswa sekolah SMA Negri 1 kramat Tegal, kelas XII IPA 2 dia anak yang pandai dan pintar disekolah dan selalu mendapat peringkat dikelasnya. Dia anak yang selalu disiplin, patuh terhadap aturan sekolah dan selalu aktif dalam kegiatan disekolah apalagi dengan guru ia sangat berbakti, sselalu belajar dengan rajin, mengikuti pelajaran dengan baik, sehingga banyak teman dan guru yang mengidolakannya.

Adapun biodata pribadi tentang Devi.

Nama : Devi Meilinitasari

Kelas : XII IPA 2

Ttl : Tegal, 7 mei 1993

Alamat : Desa Mindaka

Jenis kelamin : Perempuan

Pendidikan : SMA

Hobby : Baca Buku

Cita – cita : Dokter

Jarak dari rumah kesekolah tidak terlalu jauh antara 15 menit, devi tinggal dengan kedua orang tuanya dan keadaan dalam keluarganya sangat baik dan harmonis.

Nama ayahnya adalah H. Zaenal arifin dan bekerja sebagai guru ( PNS ), Ibunya bernama Hj. Sobirin bekerja sebagai ibu rumah tangga. Devi mempunya seorang kaka yang bernama Febri Danu Nudiro yang masih duduk dibangku kuliah. Devi adalah anak terakhir dari keluarganya.

Akhir-akhir ini Devi sangat menurun sekali dalam prestasi belajarnya, yang dulunya pintar dan aktif belajar disekolah dan selalu berangkat dengan semangat sekarang kelihatan malas dan kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran dikelasnya, apalagi dalam kegiatan organisasi disekolah sudah 2 bulan sering tidak hadir / tidak pernah berangkat. Devi merasa malas dan kurang bersemangat dalam sekolahnya, dalam keadaan speti ini Devi ternyata selalu kepikiran dengan pacarnya. Hal inilah yang menjadikan devi menjadi malas dan sering tidak konsen belajar serta sering tidak berangkat dalam kegiatan disekolahnya.

Devi mempunya masalah yang selalu mengganggu pikiranya dalam belajar yaitu tentang pacarnya yang selalu menggunakan kekerasan jika bertengkar, padahal devi amat sangat sayang dengan pacarnya dan tidak mau jauh dan kehilangan pacarnya.

Tetapi setiap kali bertemu dengan kekasihnya selalu bermasalah dan bertengakar hingga diluar batas, padahal devi selalu dan sangat sabar dalam menghadapi masalah dengan kekasihnya, Devi yang selalu mengalah tetapi kekasihnya tidak pernah mau mengerti dan menyayangi dengan baik, Devi berkata kekasihnya menjadi sangat berubah dibandingkan dengan yang dulu. Yang dulunya baik dan sangat sayang sekarang menjadi sangat garang dan kasar terhadap devi, apalagi setiap devi melaksanakan kegiatan disekolah dan ada laki-laki yang mendekatinya selalu bertengakar karena cemburu padahal yang dekat dengan devi adalah hanya sebatas teman. Tetapi setiap devi menjelaskan selalu tidak dipercaya dan selalu dengan kekerasan, kekasihnya kadang menampar karena emosi dan kecemburuanya.

Penyebab itulah yang membuat devi kurang bersemangat dalam belajar dan selalu berfikiran negatif dalam masalah tersebut. Bagaiman yang harus dilakukan devi yaitu merasa bingung dan sangat takut kehilangan kekasihnya karena sudah terlalu lama devi berpacaran, tetapi Devi berfikir jika selalu ada masalah devi sangat menydari akan kerugian pada dirinya, namun entah bagaimana jalan keluar ( solusinya ) devi selalu bingung dalam menghadapai masalah ini.

Dan dengan masalah terebut devi merasa sangat terbebani dalam pikiranya dan sangat berpengruh negatif dengan sekolahnya dan berpengaruh negatif dalam kehidupannya.

PROSES KEGIATAN DALAM KONSELING

No

Tahap

Dialog / Pertanyaan

Konselor dengan Klien

Teknik


Tahap Pembukaan

Identifikasi Maslah

Tahap Analisis

Tahap Sintesis

Tahap Diagnosis

Tahap Prognosis

Proses Konseling

(Konformitas)

Pengubahan Sikap

Pengambilan Keputusan / kesimpulan

Pengujian Alternatif

Follow Up

Penutup

Klien : ( sambil mengetuk pintu )

Assalamualaikum............???

Konselor : Walaikmusalam.....

Klien : Maaf pak... mengganggu, boleh saya

masuk?

Konselor : Oh.... tentu boleh, mari silahkan masuk.

( sambil berjabat tangan ).

Klien : Terima kasih pak...

Konselor : Ia.. sama-sama???

Bagaimana kabarnya Devi sekarang...?

Klien : Alhamdulilah baik pak...

Maaf pak,, saya mengganggu bapak.

Konselor : Syukur kalu keadaan sekarang, baik oh.... nda?? Bapak senang ada siswa yang mau datang kepada bapak... ( sambil senyum ).

Klien : Terimakasih pak...???

Begini pak, saya sekarang lagi punya masalah, saya pengen cerita banyak sama bapak, boleh kan pak?

Konselor : Boleh....??? kalau Devi mau cerita tentang masalah Devi bapak Tidak keberatan, dengan senang hati bapak mendengarkan, santai saja sama bapak.

Klien : Ia pak... begini saya merasa tidak konsen belajar perasaan saya sangat Terganggu, sulit sekali dan malas untuk mengikuti pelajaran disekolah.

Konselor : Owh.. begitu? Mengapa ko devi bisa merasa malas ...

Klien : em... em...???( merasa malu dan tegang )

Konselor : Kenapa Dev....?? santai saja sama bapak masalah devi juga masalah bapak, tenang saja, rileks saja perasaan Devi,

gak usah malu.

Klien : Ia pak... em... saya punya masalah

dengan pacar saya.

Konselor : Owh.... begitu??? Memang kenapa ko masalahnya bisa bikin Devi malas dan kepikiran terus???

Klien : Saya sudah lama berpacaran, tetapi sekarang pacar saya selalu curiga dengan saya, saya merasa tertekan karena terkekang tidak boleh bermin dngan anak laki-laki. ( Dengan raut muka

yang sedih ).

Konselor : Ko bisa seperti itu???

Klien : Em... ( Dengan wajah yang sedih dan nampak malu ) Ia pak... saya tidak tau, saya merasa kecewa tetapi saya sangat cinta sama dia.

Konselor : ( Diam... dan memberi air putih untuk minum ) jadi itu yang membuat devi

sangat malas dan kepikiran.

Klien : Bukan hanya itu Pak??? Dia selalu curiga dan cemburu jika melihat saya sedang sama teman laki-laki padahal saya hanya meminjam buku, tetapi selalu berpikran yang aneh-aneh Dan kalau bertengkar bahkan hingga kasar memukul saya.

( sedih, dan menangis dengan air mata )

konselor : ( sambil menunggu klien tenang ) owh jadi begitu.. memang pacar Devi sering nglakuin kasar sama Devi??

Klien : ( Sambil menangis ) Ia pa... saya sangat sering sekali bertengkar cuma hal yang sepele, saya merasa terkekang?

Konselor : Udah tenang saja... sekarang Bapak tanya? Devi cinta sama pacar devi atas dasar apa??

Klien : ( E.... em...?? ) saya benar-benar cinta sama pacar saya atas dasar ikhlas pak,

konselor : Ikhlas...??? ok sekarang Devi tenangkan pikirkan, dan renungkan apa yang devi tahu tentang ikhlas...

Klien : ( berdiam sambil menenangkan pikran sejenak ), saya rela berbuat apa saja asalkan saya tidak jauh dan putus dari pacar saya...

Konselor : Sekarang bapak tanya andai devi ikhlas tetapi pacar Devi terlalu sensitif, cemburu dan emosi apa Devi ikhlas untuk menerimanya?

Klien : Ia Pak.. yang penting dia tidak memutus

hubungan dengan saya...

Konselor : Coba devi renungkan dan bayangkan, hal apa saja yang telah membuat dikehidupan devi rugi baik disekolah ataupun lainya.. sekarang Devi renungkan baik-baik..

Klien : ( merenungkan sambil meneteskan air mata ).... ia pak telah banyak perbuatan pacar saya yang membuat saya rugi, saya telah merasakannya sakit selalu ditampar bila bertengkar, masa depan saya juga terhambat.. saya benar-benar menyesal sekali ( keluar lagi air mata dan menangis )

Konselor : ( Menunggu klien tenang)... sekarang kalau Devi sudah merasakan apa yang sebenarnya sekarang ambilah kesimpulan apa yang harus devi lakukan sekarang...

Klien : Saya harus kuat dengan ini pak... mungkin saya akan membuat pacar saya berubah lebih baik, atau mungkin saya akan memutusnya demi kebaikan saya...

Konselor : Bapak ingin benar-benar Devi renungakan kembali dengan perasaan devi dan mengambil kesimpulan yang tepat bagi Devi sendiri, andai devi ikhlas haruslah Devi bisa mengambil keputusan yang tepat, kalu devi setiap ktemu dan bertengkar selalu ditampar / pacar devi kasar setiap hari apakah devi ikhlas??? Apakah itu cintanya pacar devi kepada Devi???

Klien : ( Berdiam sejenak, melamun, merenungkan, dan akhirnya....) ia pak... saya tahu dengan keadaan seperti ini saya merasa malu, saya akan memutuskan pacar saya demi kebaikan saya, apapun alasannya saya telah bodoh memilih pacar, saya tau sebenarnya yang namanya cinta adalah kasih sayang dan untuk memotivasi, bukan hanya pelampiasan marah.

Konselor : Ok.... kalau itu benar keputusan Devi, kapan Devi akan melaksanakan keputusan Devi?

Klien : Secepatnya pak... nanti saya akan bicara langsung dengan pacar saya, tapi andaikan pacar saya tidak mau putus bagaimana pak? Saya bingung....

Konselor : Optimis Dev...??? bapak bantu dari sini, keputusan yang diambil dari devi juga demi kebaikan devi bukan????

Klien : Ia Pak... saya akan berani melakukannya untuk berbicara langsung saya sudah merasa dilecehkan oleh laki-laki yang saya cintai tetapi sekarang sudah tiada artinya....

Konselor : Syukur kalu devi Bisa ambil keputusan... bagaimana sekarang perasaan Devi??

Klien : Alhamdulilah dengan bantuan bapak saya bisa sangat merasa tenang, Saya minta Do’anya pak... saya harus bisa belajar lebih giat untuk masa depan saya sendiri, terimakasih pak sudah mendengarkan dan membantu saya....

Konselor : Ia sama-sama... Bapak Do’ain cepat selesai masalah Devi... nanti kalau devi belum kelar / selesai masalahnya bisa menghubungi bapak kemabali….

Klien : Terimakasih pak, kalau begitu saya pamit mengikuti pelajaran dulu...

Konselor : Oh... silahkan, belajar yang lebih giat lagi...

Klien : Ia Pak... Assalamualaikum....

Konselor : Waalaikumsalam....


Catatan Khusus : Perlu adanya bimbingan khusus.

Mengetahui

Kepala Sekolah Pembimbing

Drs. Sukoco KW Taufik Gunawan